April 5, 2007 oleh Nathanael
Sa’di bin Shiraz menceritakan tentang dirinya kisah berikut ini:
Ketika masih kecil, aku anak yang saleh, tekun dalam berdoa dan melakukan kebaktian. Pada suatu malam aku berjaga bersama ayahku dengan memegang Kitab Al-Qur’an di atas pangkuanku.
Tiap orang yang ada di kamar bersama kami mulai mengantuk dan akhirnya semua tertidur pulas. Maka aku berkata kepada ayahku: ”Dari semua orang yang tidur ini tidak ada seorang pun yang membuka matanya atau mengangkat kepalanya untuk berdoa. Seperti mati mereka semua itu”
Ayahku menjawab, ”Anakku tercinta, aku lebih senang engkau juga tertidur dan tidak berdoa daripada mengumpat.”
Membenarkan diri sendiri adalah bahaya yang sering timbul pada orang yang berusaha maju dalam hidup doa dan menjadi semakin saleh.
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
April 5, 2007 oleh Nathanael
Dua orang rahib Buddha, dalam perjalanan pulang kembali ke biara, bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita di tepi sungai. Seperti mereka, wanita itu pun ingin menyeberangi sungai. Sayang, airnya terlalu tinggi. Maka salah seorang rahib menggendongnya sampai di seberang.
Rahib yang satunya lagi sungguh-sungguh merasa mendapat batu sandungan. Selama dua jam penuh ia mencacimaki temannya, karena lengah mematuhi Peraturan Suci: Apakah ia lupa, bahwa ia seorang rahib? Bagaimana ia sampai-sampai berani menyentuh wanita? Dan lebih lagi, menggendongnya menyeberang sungai? Lalu bagaimana kata orang nanti? Apakah ia tidak merendahkan martabat agamanya? Dan begitu seterusnya…
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
April 5, 2007 oleh Nathanael
Paman Tom mengidap penyakit jantung. Para dokter telah memperingatkannya supaya berhati-hati. Oleh karena itu ketika sanak-keluarganya mendengar, bahwa ia mendapat warisan satu milyar dollar dari salah seorang saudaranya yang telah meninggal, mereka takut menyampaikan kabar itu kepadanya. Jangan-jangan ia nanti mendapat serangan jantung.
Maka mereka minta bantuan kepada pastor setempat, yang meyakinkan mereka, bahwa ia pasti menemukan jalan keluar. ”Begini Tom,” kata pastor paroki kepada orang yang sakit jantung itu. ”Seandainya Tuhan bermurah hati menghadiahkan satu milyar dollar kepadamu, akan kau apakan uang sebanyak itu?”
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 26, 2007 oleh Nathanael
Wawancara antara seseorang yang baru saja bertobat dan mengikuti Kristus dengan seorang temannya yang tidak beriman.
”Jadi, kau sudah bertobat dan menjadi pengikut Kristus?”
”Ya.”
”Kalau begitu tentu kau tahu banyak tentang Dia. Misalnya, di negara mana Ia dilahirkan?”
”Aku tidak tahu.”
”Berapa usiaNya waktu Ia meninggal?”
”Aku tidak tahu.”
”Berapa kali Ia berkhotbah?”
”Aku tidak tahu.”
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 26, 2007 oleh Nathanael
Bacaan dari sebuah kitab suci:
Inilah sabda dari Yang Mahatinggi:
Pada jaman dahulukala adalah seekor angsa yang setiap hari bertelur sebutir telur emas. Istri petani yang memiliki angsa itu sangat gembira karena telur-telur itu membuatnya kaya raya.
Namun ia seorang wanita yang loba. Ia tidak dapat menunggu dengan sabar sebutir telur sehari. Ia bermaksud menyembelih angsa itu dan sekaligus mendapatkan semua telurnya. Maka akhirnya ia menyembelih angsa itu. Namun yang didapatkannya tidak lain daripada telur setengah jadi dan angsa mati yang tidak dapat bertelur lagi.
Demikianlah sabda dari Yang Mahatinggi.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 26, 2007 oleh Nathanael
Inilah Kabar Gembira yang diwartakan oleh Tuhan kita Jesus Kristus kepada para muridNya dalam bentuk perumpamaan:
Kerajaan surga itu bagaikan dua orang bersaudara yang hidup bahagia dan puas, sampai kedua-duanya dipanggil Tuhan untuk menjadi muridnya. Yang lebih tua menanggapi panggilan itu dengan sukarela, meskipun ia harus meninggalkan orangtua serta gadis yang dicintainya dan diimpikan menjadi istrinya. Ia lalu pergi ke sebuah negeri yang jauh. Di sana ia mencurahkan seluruh hidupnya untuk melayani orang-orang yang sangat miskin. Penganiayaan timbul di negeri itu. Ia di tangkap atas dasar tuduhan palsu, kemudian disiksa dan dibunuh. Dan Tuhan berkata kepadanya: ”Baik, hamba yang jujur dan setia! Engkau memberiku pengabdian seharga seribu talenta. Sekarang akan Kuberikan kepadamu semilyar, semilyar talenta sebagai ganjaranmu. Masuklah dalam sukacita Tuhanmu!”
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 26, 2007 oleh Nathanael
Tema khotbahnya adalah ”Anak yang hilang”. Pengkhotbah dengan penuh semangat berbicara tentang cinta Bapa yang tiada bandingannya.
Tetapi apakah yang istimewa pada cinta Bapa? Ada ribuan Bapa manusia yang dapat menyamai cinta itu. Dan lebih mungkin lagi, ribuan ibu manusia.
Perumpamaan ini sungguh-sungguh dimaksudkan untuk menyindir orang Farisi:
Para pemungut pajak dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkanNya. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kata mereka: ”Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Lalu Jesus menceritakan perumpamaan ini kepada mereka….. (Injil Lukas, Bab 15 ayat 1-2)
Orang yang bersungut-sungut!! Orang Farisi!! Anak sulung!! Inilah inti perumpamaan.
Pada suatu hari waktu Tuhan masuk ke dalam surga, Ia heran bahwa semua orang sudah berada di sana. Tak seorang pun dimasukkan ke dalam neraka. Ini merisaukanNya, karena bukankah Tuhan harus adil? Dan untuk apa neraka itu diciptakan, jika tidak dipakai?
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 26, 2007 oleh Nathanael
Seorang ibu tua yang terlalu saleh, kurang puas dengan semua agama yang ada. Maka ia mendirikan agamanya sendiri.
Pada suatu hari seorang wartawan, yang secara tulus ingin mengetahui keyakinan dan pendiriannya, bertanya:
” Apakah Ibu betul-betul percaya seperti dikatakan banyak orang bahwa tidak ada orang yang masuk surga kecuali Ibu dan pembantu Ibu?”
Ibu tua itu menimbang-nimbang sejenak, lalu menjawab:
”Mengenai pembantuku Minah, saya kurang begitu yakin”
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 19, 2007 oleh Nathanael
Aku sangat mengagumi temanku. Ia bermaksud menunjukkan kepada tetangganya, betapa sucinya ia. Bahkan untuk itu sampai-sampai ia mengenakan pakaian khusus. Aku selalu menyangka, bahwa jika ada orang sungguh-sungguh suci, kesucian itu akan terlihat oleh orang lain tanpa usaha apapun darinya. Tetapi temanku ini berusaha agar kesuciannya dapat terlihat tetangganya. Ia bahkan mengumpulkan sejumlah murid dengan maksud agar mereka ini menunjukkan kesucian yang mereka miliki. Mereka menyebut hal ini ”memberi kesaksian”
Ketika melewati sebuah kolam, aku melihat sekuntum bunga teratai yang sedang mekar. Tanpa pikir panjang kukatakan kepadanya: ”Alangkah indahnya kau, bungaku!! Dan betapa jauh lebih indahnya Tuhan yang telah menciptakanmu!”
Ia menjadi tersipu-sipu karena ia samasekali tidak menyadari keindahannya yang menakjubkan itu. Dan ia senang karena Tuhanlah yang dimuliakan.
Ia menjadi jauh lebih indah justru karena tidak menyadari keindahannya. Dan ia menarik perhatianku, justru karena tidak sedang berusaha memikatku.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 19, 2007 oleh Nathanael
Bayazid, seorang Muslim yang suci, kadang-kadang dengan sengaja melanggar bentuk lahir dan upacara agamanya.
Pada suatu hari, ketika ia pulang dari Mekah, ia singgah di kota Rey di Iran. Penduduk kota yang sangat menaruh hormat padanya, keluar mengelu-ngelukannya sampai seluruh kota menjadi gempar. Bayazid, yang sudah jenuh akan pendewaan serupa itu, menunggu hingga ia sampai di pinggir pasar. Di sana ia membeli sepotong roti, lalu mulai memakannya di depan umum. Padahal waktu itu bulan puasa. Akan tetapi Bayazid yakin, bahwa dalam perjalanan ia tidak terikat pada peraturan-peraturan agama.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 19, 2007 oleh Nathanael
Kita biasa menggolongkan manusia dalam dua kategori: orang suci dan orang berdosa. Penggolongan itu dilakukan atas dasar angan-angan saja. Sebab, di satu pihak, tidak seorang pun betul-betul tahu, siapa saja yang suci dan siapa saja yang pendosa: kesan lahiriah mudah menipu. Di lain pihak, kita semua, baik yang suci maupun yang berdosa, adalah pendosa.
Seorang pendeta mengajukan pertanyaan ini dalam sebuah kelas: ”Anak-anak, seandainya semua orang baik itu putih dan semua orang jahat itu hitam, kamu akan berwarna apa?”
Si kecil Maria-Yoana menjawab: ”Aku akan menjadi orang yang berwarna loreng-loreng, Pak!”
Begitu juga semua guru, pastor, kiai, haji, bhiksu…Begitu juga para mahatma, para paus dan santo-santa yang mulia…
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 19, 2007 oleh Nathanael
Suami: ”Manisku, aku akan bekerja keras supaya pada suatu saat kita akan menjadi kaya”
Isteri: ”Kita sudah kaya, sayang, karena kita saling memiliki. Kelak mungkin kita akan mempunyai banyak uang juga.”
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 19, 2007 oleh Nathanael
Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring malas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok.
”Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?” tanya usahawan itu.
”Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,” jawab nelayan.
”Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan?” tanya usahawan
”Untuk apa?” nelayan balas bertanya.
”Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak,” jawabnya. ”Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian engkau mempunyai cukup banyak uang untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi, jadi juga uang lebih banyak lagi. Nah segera uangmu cukup untuk membeli dua kapal…bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.”
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 19, 2007 oleh Nathanael
Binatang-binatang mengadakan sidang dan mulai mengeluh, bahwa manusia selalu mengambil apa saja dari mereka.
”Mereka mengambil susuku,” kata lembu
”Mereka mengambil telurku,” kata ayam
”Mereka mengambil dagingku,” kata babi.
”Mereka memburuku untuk mengambil minyakku,” kata ikan paus.
Dan selanjutnya.
Pada akhirnya siput berbicara:
”Aku mempunyai sesuatu yang mereka inginkan lebih dari segala sesuatu. Mereka tentu akan merampasnya dariku seandainya dapat. Aku mempunya WAKTU.”
Engkau mempunyai seluruh waktu di dunia ini, asalkan engkau mau memberikannya kepada dirimu sendiri. Mengapa engkau tidak berbuat demikian?
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »
Maret 19, 2007 oleh Nathanael
Seabad yang lalu seorang turis dari Amerika mengunjungi seorang rabbi termahsyur di Polandia, Hofetz Chaim namanya.
Ia keheranan-heranan ketika melihat bahwa rumah rabbi hanyalah sebuah ruang sederhana penuh dengan buku-buku. Perabot lainnya hanya meja dan bangku saja.
”Rabbi, dimanakah perabot rumah Anda yang lain?” tanya turis itu.
”Dimana kepunyaanmu?” Hofetz balas bertanya.
”Kepunyaanku? Bukankah aku hanya tamu disini? Aku hanya sekedar mampir saja,” kata orang Amerika itu.
”Begitu juga aku,” kata sang rabbi.
Semakin mendalam kehidupan seseorang, semakin sederhana penampilannya.
Tetapi sayang, hidup sederhana tidak selalu membawa kedalaman.
Ditulis dalam Burung Berkicau | Leave a Comment »