Permintaan yang mendesak dari Lama di Selatan sampai kepada Lama Agung di Utara. Ia meminta seorang rahib yang bijak dan suci untuk membimbing hidup rohani para calon rahib. Setiap orang heran, bahwa Lama Agung mengirimkan sampai lima orang. Orang yang bertanya-tanya dijawabnya demikian: ”Untung jika salah satu dari lima rahib itu akhirnya sampai kepada Lama [...]
Arsip untuk ‘Burung Berkicau’ Kategori
Lima Orang Rahib
Diposkan dalam Burung Berkicau pada Agustus 16, 2007 | 3 Komentar »
Kenaikan Pangkat
Diposkan dalam Burung Berkicau pada Agustus 16, 2007 | Leave a Comment »
Calon pertama masuk.
”Saudara tahu, bahwa ujian sederhana ini kami berikan kepada Saudara sebelum Saudara diterima bekerja disini?”
”Ya.”
”Nah, dua kali dua itu berapa?”
”Empat.”
Calon kedua masuk.
”Saudara siap untuk ujian?”
”Ya.”
Berdiri dan Maju Untuk Memberi Kesaksian
Diposkan dalam Burung Berkicau pada Agustus 16, 2007 | Leave a Comment »
Mengatakan kebenaran, seperti yang diyakini, menuntut keberanian, apalagi kalau seseorang termasuk anggota sebuah lembaga atau instansi.
Menentang lembaga atau instansi menuntut keberanian yang lebih besar lagi. Justru hal seperti itulah yang dilakukan oleh Jesus.
Ketika Krushchev mengucapkan tuduhan berat untuk menggugat jaman Stalin, dilaporkan bahwa salah seorang yang ada di luar sidang berkata: ”Engkau berpihak [...]
Kios Kebenaran
Diposkan dalam Burung Berkicau pada Agustus 16, 2007 | Leave a Comment »
Ketika aku melihat papan nama pada kios itu, hampir-hampir aku tidak percaya pada apa yang kubaca: ”KIOS KEBENARAN” Mereka menjual kebenaran disana!
Gadis penjaga kios bertanya dengan amat sopan: kebenaran macam apa yang ingin kubeli, sebagian kebenaran atau seluruh kebenaran? Tentu saja seluruh kebenaran! Aku tidak perlu menipu diri, mengadakan pembelaan diri, ataupun rasionalisasi lagi. [...]
Jalan Sempit
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Sekali peristiwa, Tuhan memperingatkan rakyat mengenai datangnya gempa bumi, yang akan menghabiskan seluruh air yang ada di negeri ini.
Air yang kemudian datang mengganti, akan membuat setiap orang menjadi gila.
Hanya nabilah yang menanggapi Tuhan dengan serius. Ia mengusung air banyak-banyak ke guanya di gunung, sehingga cukup kiranya sampai hari kematiannya.
Ternyata benar, gempa bumi [...]
Munafik
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Sebuah ruangan penuh sesak dengan wanita-wanita tua. Rupanya ada semacam agama atau sekte baru. Seseorang –hanya mengenakan serban dan cawat saja- maju ke depan. Ia berbicara dengan penuh semangat tentang kuasa budi atas materi, jiwa atas raga.
Semua orang mendengarkan dengan terpukai. Pembicara itu lalu kembali ke tempatnya persis di hadapanku. Orang yang duduk di [...]
Kontrak Dalam Mimpi
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Sudah jam sembilan pagi, namun Nasruddin masih tertidur lelap. Matahari telah tinggi, burung-burung berkicau di pepohonan dan sarapan Nasruddin telah menjadi dingin. Maka isterinya membangunkannya.
Ia bangun dengan amat marahnya:
”Mengapa justru sekarang engkau membangunkan aku?” teriaknya.
”Apakah kau tidak dapat menunggu sebentar lagi?”
”Matahari telah tinggi,” sahut isterinya, ”burung-burung berkicau di pepohonan dan sarapanmu sudah [...]
Baiklah, Baiklah
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Seorang gadis di kampung nelayan hamil di luar nikah. Setelah berkali-kali dipukuli, akhirnya ia mengaku bahwa bapak dari anak yang dikandungnya adalah Guru Zen yang merenung sepanjang hari di dalam kuil di luar desa.
Orangtua si gadis bersama banyak penduduk desa beramai-ramai menuju kuil. Dengan kasar mereka menyerbu Guru yang sedang berdoa. Mereka menghajarnya karena [...]
Anak Mati Dalam Mimpi
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Setelah bertahun-tahun berkeluarga, sepasang suami isteri nelayan yang miskin akhirnya dikaruniai seorang anak laki-laki. Anak itu menjadi kebanggaan dan hiburan ayah-ibunya. Pada suatu hari, ia sakit keras. Banyak uang dikeluarkan untuk membayar biaya pengobatannya. Namun sayang, akhirnya ia meninggal.
Ibunya merasa sungguh terpukul. Namun ayahnya sama sekali tidak meneteskan air mata.
Sesudah penguburan ibu itu [...]
Anak Itik
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Shams-e Tabbrizi, seorang Sufi yang suci, mengisahkan ceritera tentang dirinya sendiri sebagai berikut:
Sejak masih kanak-kanak aku dianggap seorang yang tak berguna. Rupanya tak seorang pun memahami diriku. Ayahku sendiri pernah berkata, ”Kau tidak cukup gila untuk dimasukkan rumah sakit jiwa, dan tidak cukup saleh untuk dimasukkan biara. Aku tidak tahu harus berbuat apa denganmu.”
Aku [...]
Siapakah Aku?
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Attar dari Neishapur bercerita:
Seseorang yang sedang jatuh cinta mengetuk pintu rumah kekasihnya.
”Siapa?” tanya sang kekasih dari dalam.
”Aku,” kata orang itu.
”Pergi sajalah! Rumah ini tidak akan muat untuk kau dan aku.”
Orang yang cintanya ditolak ini pergi ke padang gurun. Di sana ia merenung selama berbulan-bulan, memikirkan kata-kata kekasihnya. Akhirnya, ia kembali dan mengetuk pintu rumah [...]
Menanggalkan si ’Aku’
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Murid: ”Aku datang untuk mengabdimu”
Guru: ”Seandainya engkau melepaskan si ’aku’, pengabdian akan terjadi dengan sendirinya.”
Engkau dapat merelakan semua harta bendamu bagi kaum miskin dan bahkan merelakan dirimu dibakar, namun belum tentu engkau mempunyai cinta sama sekali.
Simpanlah hartamu dan tinggalkan si ’aku’. Jangan membakar tubuhmu, bakarlah ’ego’mu! Cinta akan muncul dengan sendirinya.
Buanglah Kehampaanmu
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Ia mengira sungguh amat penting menjadi miskin dan hidup bermatiraga. Tidak pernah ia menyangka, bahwa yang paling penting ialah melepaskan ’ego’nya. ’Ego’ dapat menjadi-jadi karena kesucian maupun karena keduniawian, karena kemiskinan maupun karena kekayaan, karena bermatiraga maupun karena hidup mewah. Tidak ada sesuatu pun yang tidak digunakan oleh ’ego’ untuk melambungkan diri.
Murid: ”Aku datang [...]
Guru Zen dan Seorang Kristen
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Seorang Kristen suatu hari mengunjungi seorang Guru Zen dan berkata:
”Bolehkah aku membacakan beberapa kalimat dari Khotbah di Bukit?”
”Silakan, dengan senang hati aku akan mendengarkannya,” kata Guru Zen itu.
Orang Kristen itu membaca beberapa kalimat, lalu berhenti sejenak dan melihat Guru. Guru tersenyum dan berkata: ”Siapapun yang pernah mengucapkan kalimat-kalimat ini, pastilah sudah mendapatkan penerangan [...]
Hiburan Bagi Setan
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Legenda Kristen kuno:
Ketika Allah Putera dipaku pada kayu salib dan menyerahkan nyawaNya, dari salib Ia langsung turun ke neraka. Ia membebaskan semua pendosa yang pada waktu itu disiksa di sana.
Setan menangis dan meratap karena mengira, bahwa neraka tidak akan dihuni lagi oleh para pendosa.
Lalu Tuhan berkata kepadanya: ”jangan menangis. Aku akan mengirimkan kepadamu [...]