Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Sekali peristiwa, Tuhan memperingatkan rakyat mengenai datangnya gempa bumi, yang akan menghabiskan seluruh air yang ada di negeri ini.
Air yang kemudian datang mengganti, akan membuat setiap orang menjadi gila.
Hanya nabilah yang menanggapi Tuhan dengan serius. Ia mengusung air banyak-banyak ke guanya di gunung, sehingga cukup kiranya sampai hari kematiannya.
Ternyata benar, gempa bumi [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Sebuah ruangan penuh sesak dengan wanita-wanita tua. Rupanya ada semacam agama atau sekte baru. Seseorang –hanya mengenakan serban dan cawat saja- maju ke depan. Ia berbicara dengan penuh semangat tentang kuasa budi atas materi, jiwa atas raga.
Semua orang mendengarkan dengan terpukai. Pembicara itu lalu kembali ke tempatnya persis di hadapanku. Orang yang duduk di [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Sudah jam sembilan pagi, namun Nasruddin masih tertidur lelap. Matahari telah tinggi, burung-burung berkicau di pepohonan dan sarapan Nasruddin telah menjadi dingin. Maka isterinya membangunkannya.
Ia bangun dengan amat marahnya:
”Mengapa justru sekarang engkau membangunkan aku?” teriaknya.
”Apakah kau tidak dapat menunggu sebentar lagi?”
”Matahari telah tinggi,” sahut isterinya, ”burung-burung berkicau di pepohonan dan sarapanmu sudah [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Seorang gadis di kampung nelayan hamil di luar nikah. Setelah berkali-kali dipukuli, akhirnya ia mengaku bahwa bapak dari anak yang dikandungnya adalah Guru Zen yang merenung sepanjang hari di dalam kuil di luar desa.
Orangtua si gadis bersama banyak penduduk desa beramai-ramai menuju kuil. Dengan kasar mereka menyerbu Guru yang sedang berdoa. Mereka menghajarnya karena [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Setelah bertahun-tahun berkeluarga, sepasang suami isteri nelayan yang miskin akhirnya dikaruniai seorang anak laki-laki. Anak itu menjadi kebanggaan dan hiburan ayah-ibunya. Pada suatu hari, ia sakit keras. Banyak uang dikeluarkan untuk membayar biaya pengobatannya. Namun sayang, akhirnya ia meninggal.
Ibunya merasa sungguh terpukul. Namun ayahnya sama sekali tidak meneteskan air mata.
Sesudah penguburan ibu itu [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Shams-e Tabbrizi, seorang Sufi yang suci, mengisahkan ceritera tentang dirinya sendiri sebagai berikut:
Sejak masih kanak-kanak aku dianggap seorang yang tak berguna. Rupanya tak seorang pun memahami diriku. Ayahku sendiri pernah berkata, ”Kau tidak cukup gila untuk dimasukkan rumah sakit jiwa, dan tidak cukup saleh untuk dimasukkan biara. Aku tidak tahu harus berbuat apa denganmu.”
Aku [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Attar dari Neishapur bercerita:
Seseorang yang sedang jatuh cinta mengetuk pintu rumah kekasihnya.
”Siapa?” tanya sang kekasih dari dalam.
”Aku,” kata orang itu.
”Pergi sajalah! Rumah ini tidak akan muat untuk kau dan aku.”
Orang yang cintanya ditolak ini pergi ke padang gurun. Di sana ia merenung selama berbulan-bulan, memikirkan kata-kata kekasihnya. Akhirnya, ia kembali dan mengetuk pintu rumah [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Murid: ”Aku datang untuk mengabdimu”
Guru: ”Seandainya engkau melepaskan si ’aku’, pengabdian akan terjadi dengan sendirinya.”
Engkau dapat merelakan semua harta bendamu bagi kaum miskin dan bahkan merelakan dirimu dibakar, namun belum tentu engkau mempunyai cinta sama sekali.
Simpanlah hartamu dan tinggalkan si ’aku’. Jangan membakar tubuhmu, bakarlah ’ego’mu! Cinta akan muncul dengan sendirinya.
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Ia mengira sungguh amat penting menjadi miskin dan hidup bermatiraga. Tidak pernah ia menyangka, bahwa yang paling penting ialah melepaskan ’ego’nya. ’Ego’ dapat menjadi-jadi karena kesucian maupun karena keduniawian, karena kemiskinan maupun karena kekayaan, karena bermatiraga maupun karena hidup mewah. Tidak ada sesuatu pun yang tidak digunakan oleh ’ego’ untuk melambungkan diri.
Murid: ”Aku datang [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Seorang Kristen suatu hari mengunjungi seorang Guru Zen dan berkata:
”Bolehkah aku membacakan beberapa kalimat dari Khotbah di Bukit?”
”Silakan, dengan senang hati aku akan mendengarkannya,” kata Guru Zen itu.
Orang Kristen itu membaca beberapa kalimat, lalu berhenti sejenak dan melihat Guru. Guru tersenyum dan berkata: ”Siapapun yang pernah mengucapkan kalimat-kalimat ini, pastilah sudah mendapatkan penerangan [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Legenda Kristen kuno:
Ketika Allah Putera dipaku pada kayu salib dan menyerahkan nyawaNya, dari salib Ia langsung turun ke neraka. Ia membebaskan semua pendosa yang pada waktu itu disiksa di sana.
Setan menangis dan meratap karena mengira, bahwa neraka tidak akan dihuni lagi oleh para pendosa.
Lalu Tuhan berkata kepadanya: ”jangan menangis. Aku akan mengirimkan kepadamu [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Sa’di bin Shiraz menceritakan tentang dirinya kisah berikut ini:
Ketika masih kecil, aku anak yang saleh, tekun dalam berdoa dan melakukan kebaktian. Pada suatu malam aku berjaga bersama ayahku dengan memegang Kitab Al-Qur’an di atas pangkuanku.
Tiap orang yang ada di kamar bersama kami mulai mengantuk dan akhirnya semua tertidur pulas. Maka aku berkata kepada ayahku: [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Dua orang rahib Buddha, dalam perjalanan pulang kembali ke biara, bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita di tepi sungai. Seperti mereka, wanita itu pun ingin menyeberangi sungai. Sayang, airnya terlalu tinggi. Maka salah seorang rahib menggendongnya sampai di seberang.
Rahib yang satunya lagi sungguh-sungguh merasa mendapat batu sandungan. Selama dua jam penuh ia [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Burung Berkicau pada April 5, 2007 | Leave a Comment »
Paman Tom mengidap penyakit jantung. Para dokter telah memperingatkannya supaya berhati-hati. Oleh karena itu ketika sanak-keluarganya mendengar, bahwa ia mendapat warisan satu milyar dollar dari salah seorang saudaranya yang telah meninggal, mereka takut menyampaikan kabar itu kepadanya. Jangan-jangan ia nanti mendapat serangan jantung.
Maka mereka minta bantuan kepada pastor setempat, yang meyakinkan mereka, bahwa ia [...]
Untuk mentranslate bahasa